Tampilkan postingan dengan label khobar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label khobar. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juli 2011

Lagi kelompok hacker terinspirasi dari Lulz



ARIZONA (Arrahmah.com) - Hacker yang berhubungan dengan gerakan AntiSec muncul kembali dengan menargetkan serangannya kepada aparat penegak hukum Arizona, Amerika Serikat (AS). AntiSec melakukan serangan sebanyak tiga kali dalam kurun waktu sepekan.
Seperti dilansir, TG Daily, Senin (4/7/2011), di bawah lisensi bendera ‘Chinga La Migra Bulletin #1′ mereka telah melakukan serangan pertama yang awalnya pernah dilakukan oleh kelompok hacker Lulz yang kini telah mati. Mereka mendapatkan harta karun berupa virtual data seperti ratusan buletin intelejen swasta, pedoman pelatihan, korespondensi email pribadi, nama, nomor telepon, alamat dan pasword.
Operasi cyber kedua yang dilakukan oleh AntiSec lebih mencuri data rahasia yang sifatnya pribadi. Karena mereka berhasil merampas data pribadi seperti nama, alamat, nomor telepon, pasword, nomor keamanan sosial, informasi account kencan online, voicemail, chatting log dan foto pacar yang menggoda milik belasan polisi Arizona.
Sedangkan, untuk serangan ketiga AntiSec mereka menyatakan bahwa “mereka memutuskan untuk ‘merusak’ dengan cara mengotori delapan website order persaudaraan kepolisian Arizona (FOP), serta merilis daftar master lebih dari 1.200 user name, pasword dan alamat email.
“Kami juga akan membocorkan ratusan dokumen FOP swasta dan beberapa pesan email milik presiden FOP, wakil presiden, sekretaris, kepala polisi dan dewan buruh FOP. Direktorat eksekutif dan web master yang digunakan untuk pengembangan keterampilan web sudah tidak aman kemudian untuk semua yang berhubungan dengan hal ini sudah berantakan,” jelas kelompok hacker dalam sebuah pengumuman resmi.
AntiSec menambahkan, “Kami melakukan ini semua bukan hanya ingin menentang SB1070 dan polisi Arizona yang rasis, tapi karena kami ingin sebuah dunia yang bebas dari polisi, penjara dan politisi sama sekali.”
“Kami mengetahui bahwa Presiden FOP Brandon L Musgrave telah men-forward email kepada anti-Muslim saat membeli senjata dalam jumlah besar, jadi kami membuang PayPal dan info kartu kredit. Biarkan ini menjadi pukulan ketiga dan menghancurkan polisi Arizona yang telah mengirim pesan kepada penguasa sekitar. Dunia Anda tidak akan dapat beroprasi kembali melakukan teror terhadap imigran dan orang yang bekerja pada kerahasiaan sudah tidak bisa lagi. Kami akan menemukan Anda, mengekspos Anda dan menghancurkan Anda melalui Internet,” janji AntiSec.
“Kebanyakan Lulz menghancurkan secara langsung, sementara kamu sengaja menggantung Anda semua secara perlahan-lahan dan menyakitkan selama dua minggu terakhir. Kami tahu persis apa yang kami lakukan. Hacker dunia telah bergabung dengan kami untuk menolak pemerintahan dan perusahaan di dunia. Karena ada hadiah yang cukup bagi semua orang yang menaiki kapal baik ini,” tertanda AntiSec.

Sabtu, 02 Juli 2011

Dua Tentara Disembelih dan Mayatnya dibuang di Pinggir Jalan


BOSASO - Mayat dua tentara Puntland terlihat tergeletak begitu saja di pinggir jalan yang mengarah ke kota Garowe, kota yang menjadi pusat wilayah itu. Para saksi mata dan supir yang melakukan perjalanan ke kota di Somalia utara mengatakan hal tersebut pada hari Sabtu.

Warga setempat mengatakan bahwa mayat itu terlihat di desa di selatan kota Bosaso, warga mengatakan kedua tentara tewas disembelih .

Hingga kini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut sejauh ini, tetapi pejabat pemerintah kota Puntland menuduh Al Shabaab adalah dalang pembunuhan tersebut.

Warga menunjukkan bahwa tentara tersebut tewas di Yalho, sebuah desa yang berjarak sekitar 50 kilometer ke selatan dari kota Bosaso bari dan sangat dekat dengan Galgala, sebuah desa yang menjadi benteng kelompok perlawanan.

Sedangkan polisi Puntland mengatakan bahwa pembunuhan tersebut dilakukan milisi Al Shabaab di Galgala. Wilayah yang terdiri dari pegunungan ini disinyalir sebagai tempat bersembunyinya pemimpin kelompok perlawanan Sheikh Mohamed Said Atam yang berperang melawan Puntland

Jumat, 24 Juni 2011

Dibawah Kepemimpinan Baru, Akankah Al Qoidah Berubah?



Diposting pada Kamis, 23-06-2011 | 07:28:01 WIB
Laporan diangkatnya Ayman al Zawahiri untuk memimpin Al Qoidah dipandang para ahli Pakistan tidak akan banyak mengubah situasi keamanan di Pakistan atau di belahan dunia lain.

Namun terdapat pula pendapat berbeda mengenai potensi dokter asal Mesir itu (al Zawahiri) dalam mengontrol kelompok-kelompok Islam yang berbeda dan menerjemahkan pengaruh mereka dalam beberapa lembaga negara di Pakistan dan di tempat lain sebagai "bahan bakar" ketidakpuasan yang lebih luas di dunia Islam.

"Zawahiri telah menjadi pemimpin yang efektif dari sebuah organisasi yang operasionalnya sendiri sudah dia kepalai secara de-facto selama beberapa tahun," kata Zahid Hussain, wartawan senior dan penulis buku Frontline Pakistan : Perjuangan dengan Militan Islam, seperti dilansir dari BBC.CO.UK.

"Jadi, kemungkinan tidak banyak yang berubah."

Para ahli percaya, Zawahiri akan membawa pengalaman bervariasi dalam urusan sipil, politik dan militer.

Jurnalis dan analis, Rahimullah Yusufzai, yang pernah dua kali bertemu Zawahiri, menggambarkan Zawahiri sebagai pribadi yang "pintar membaca dan berpengetahuan", orang yang pernah terjun ke dalam politik, pernah menjadi tahanan, bekerja sebagai pekerja bantuan medis, menjadi pejuang gerilya, pendanaan terorganisir, perekrutan dan penyebaran pejuang Al Qoidah, muncul sebagai propagandis dan ideolog, dan akhirnya menjadi pemimpin militan.

Yusufzai berpendapat, Zawahiri tidak sama perawakannya dengan Bin Ladin dan karismanya sebagai "pangeran" pejuang yang membawa kekayaan pribadinya yang bisa digunakan untuk memberi perintah kepada semua kelompok-kelompok Islam, baik dalam jaringan Al Qoidah atau diluar itu.

Faktanya adalah, Al Qoidah butuh waktu hampir enam pekan untuk mengumumkan pengganti dari Bin Ladin untuk terus menjalankan organisasi tersebut, kata Yusufzai.

"Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kesulitan operasional dan masalah dengan logistik dan keamanan," katanya. "Mereka masih berjalan dan berusaha keras untuk bertahan hidup."

Beberapa orang percaya Zawahiri tidak akan membawa angin segar baru dengan Al Qoidah dan afiliasinya.

"Tidak seperti Bin Ladin yang telah selama beberapa tahun berada di Abbottabad, Zawahiri tetap mobile dan telah secara rutin mengirimkan pesan-pesan video dan audio untuk memobilisasi opini di dunia Muslim," kata Zahid Hussain.

Secara mudahnya, bahwa operasi-operasi Al Qoidah selama beberapa tahun terakhir ini, sudah melalui perintah-perintah al Zawahiri.

Zawahiri terakhir terlihat di provinsi Khost Afghanistan, dekat dengan Pakistan di wilayah suku Waziristan Utara, pada Oktober 2001, hari sebelum Amerika menyerbu dan mencopot kekuasan Taliban di Afghanistan.

Pada awal 2006, ia lolos dari serangan pesawat tak berawak di tempat persembunyiannya yang berjarak sekitar 300 km di utara, di wilayah suku Pakistan Bajaur.

Zahid Hussain mengatakan bahwa Al Qoidah tidak pernah melakukan kontrol terpusat atas kelompok-kelompok afiliasianya. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir ini mereka telah banyak merekrut di Pakistan, beberapa kelompok bersenjata di Libya, Yaman dan di Somalia juga telah dekat dengan mereka.

"Ada fusi ideologis antara Al Qoidah dan kelompok-kelompok ini, dan ada juga potensi untuk kerjasama longgar."

Dia mengatakan bahwa dalam kestabilan keamanan di Pakistan baru-baru ini, Zawahiri diyakini merupakan tokoh pendorong dibalik serangan-serangan militan di Pakistan akhir-akhir ini.

Beberapa serangan, seperti yang terjadi di PNS Mehran bulan Mei atau serangan gedung CID di Karachi November 2010, memberikan kenyataan bahwa para militan yang terkait dengan Al Qoidah telah jauh menembus kedalam angkatan bersenjata Pakistan.

Dan tantangan terbesar al Zawahiri adalah merajut kelompok-kelompok perlawanan di Pakistan menjadi kekuatan terpadu untuk merusak stabilitas negara itu, yang telah menjadi sekutu "Tentara Salib dan Yahudi".

Jumat, 27 Mei 2011

Dua Remaja Inggris Jadi Tersangka Perusakan Masjid dan Penistaan Al-Quran


Polisi Lancashire, Inggris sudah menetapkan dua remaja berusia 18 dan 17 tahun sebagai tersangka dalam kasus perusakan masjid dan penistaan Al-Quran, yang terjadi tanggal 16 April kemarin di Chorley, Brooke Street.
Polisi mengatakan, kedua remaja itu masuk ke Masjid Dawat Ul Islam yang juga dikenal sebagai Masjid Chorley, dan melakukan perusakan interior masjid serta beberapa benda yang ada di dalamnya, termasuk sebuah Al-Quran. Kedua remaja itu juga mencoret-coret dinding masjid dengan kata-kata kasar yang ditujukan pada komunitas Muslim.
Investigasi yang dilakukan polisi tidak ditujukan pada kelompok anti-Islam tertentu, karena perbuatan itu diduga karena murni perbuatan individu. Namun peristiwa ini sempat membuat syok komunitas Muslim di kota Chorley.
"Seluruh anggota masyarakat harus menghormati setiap agama dan semua tempat ibadah. Chorley adalah tempat dimana warganya hidup saling berdampingan dan insiden seperti ini sangat jarang terjadi," kata Coun Hasina Khan, salah satu perwakilan masyarakat Chorley di Dewan Kota yang tinggal tidak jauh dari Masjid Chorley.
Masjid yang dibuka lima tahun lalu itu, mampu menampung lebih dari 500 jamaah dan masjid pertama yang dibangun di Chorley. Masjid itu memiliki fasilitas lengkap, mulai dari tempat berwudu dan dua ruangan salat yang luas di setiap lantai.
Dua remaja yang menjadi tersangka; Daniel Brow, 18, diberi penangguhan tahanan dengan jaminan, tapi ia harus hadir dalam persidangan tanggal 15 Juli mendatang dengan dakwaan tindak kriminal berlatar belakang rasis yang menyebakan kerusakan.
Sementara tersangka lainnya, seorang remaja 17 tahun yang dirahasiakan jati dirinya dan juga diberi penangguhan tahanan, akan disidangkan di pengadilan kenakalan remaja pada 5 Juli mendatang dengan dakwaan yang sama

Ingin Tau Perkembangan Perang Afghanistan Terkini? Pantaulah Twitternya Taliban


KABUL - Twitter merambah Taliban, meskipun hanya 140 karakter, media itu menjadi corong Taliban dalam informasi.

"Musuh menyerang di Khak-e-Safi, 6 mati," itu adalah tweet (kicauan) awal yang diposting Taliban ke dalam akun resmi Twitter mereka pada tanggal 12 Mei lalu.

Setelah posting pertama itu, puluhan tweet oleh Taliban dalam bahasa Inggris mulai rajin di posting, diikuti dengan link berita yang menuju ke situs resmi mereka alemarah.

Selain tweet dalam bahasa Inggris, Taliban juga memakai bahasa Pashto asli. Saat ini Taliban sedang membuat upaya bersama untuk membangun gerakan media, untuk memberitakan breaking news atau berita penting perang di Afghanistan.

Situs resmi kelompok ini berada di bawah bendera "Emirat Islam Afghanistan," mereka memberikan siaran pers dan update berita dalam berbagai bahasa seperti, Pashto, Dari, Arab, Urdu dan Inggris. Akun Twitter mereka yang beralamat di @alemarahweb, kini memiliki hampir 5.800 pengikut.

Baru-baru ini mereka juga meluncurkan serangkaian operasi media yang cerdas dan kompleks di belakang serangan besar Taliban. Dalam beberapa kasus memberikan informasi lebih cepat daripada "pesaing" mereka yang didanai NATO.

Contoh informasi mereka yang cepat adalah beberapa menit setelah ratusan tahanan Taliban berhasil meloloskan diri dari penjara Kandahar melalui terowongan bawah tanah, juru bicara Taliban secara terkoordinasi mengirim pesan email dan teks ke media lokal dan asing untuk mengumumkan operasi pembebasan tersebut.

NATO sendiri tidak mengetahui upaya pembebasan tersebut, setelah mendengar berita dari Taliban tersebut, NATO secara serampangan memberikan jawaban.

"Ini adalah perang propagandan, dan Taliban telah belajar bagaimana untuk memenangkan perang itu," kata Jawed Hamim Kaka, editor regional di harian Pajhwok, sebuah kantor berita resmi di Afghanistan. "Jika aku tidak bisa menghubungi lewat telepon, mereka akan kirim SMS, mereka mengirim email. Salah satu juru bicara Taliban bahkan mengirim saya pemberitahuan di Facebook

Situs Cara Membuat Bom Tidak Akan Diblokir Menkominfo

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tidak akan memblokir situs yang membuat informasi bahan peledak dan cara membuat bom, sekalipun banyak dimanfaatkan oleh pelaku teror.

Menkominfo Tifatul Sembiring beralasan situs seperti itu masih dibutuhkan untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Kalaupun ada pelaku teror yang memanfaatkannya, itu hanyalah salah satu bentuk penyalahgunaan ilmu pengetahuan.

"Bukan kesalahan informasinya, tetapi orang yang menggunakannya. Ibarat sebilah pisau, tergantung orang yang menggunakannya," tegas Tifatul menjawab pertanyaan wartawan usai membuka Pekan Informasi Nasional (PIN) di Solo, Sabtu (21/5).

Tifatul mengaku, sewaktu masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA), dia juga pernah mendapatkan pelajaran mengenai bahan peledak. Tetapi, sampai saat ini, dia tidak pernah menggunakannya.

Kendati tidak akan melakukan pemblokiran, tegas Tifatul, pihaknya tetap akan melakukan upaya antisipasi efek negatifnya. Salah satunya melalui kampanye gerakan internet sehat dan aman. "Orang tua juga harus membimbing dan mengawasi anak-anaknya saat mengakses internet," pesannya

Disiplin Taliban Dalam Menyebarkan Pesan


KABUL - Taliban juga menunjukkan disiplin luar biasa dalam distribusi pesan terpadu, pemimpin gerakan tersebut telah memilih dua juru bicara - Zabihuallah Mujahid dan Qari Yusuf Ahmadi.

Pasca kematian Usamah bin Ladin, yang pernah menjadi tamu terhormat dari Taliban, awal bulan ini, juru bicara kelompok itu menahan diri dari berbicara dengan para wartawan sampai kepemimpinannya menyetujui pernyataan formal.

Dari lapangan, prajurit Taliban menggambarkan ketatnya rantai informasi dalam distribusi pesan, dimana pesan tersebut disampaikan dari pejuang di lapangan yang menghubungi komandan operasional jika suatu operasi telah sukses dilaksanan. Dari komandan, laporan tersebut kemudian diteruskan ke kantor media Taliban.

"Telepon genggam, internet, televisi - semua diciptakan oleh Barat, tapi Islam mengijinkan kita untuk menggunakannya dalam batas-batas agama kita," kata salah seorang pejuang Taliban yang berbicara dari Pakistan melalui Google Chat, pekan ini. Ikon profile dari pejuang tersebut dalam akun Google nya menggunakan pesawat tempur.

"Sekarang, satelit internet penting bagi mujahidin," kata pejuang itu. "Dan karena kita menggunakannya untuk memerangi kafir, maka tidak apa-apa."

Media Afghan bernama Daily Lookout Afghanistan, sebuah situs online berbahasa Inggris membahas fenomena Twitter Taliban ini. Dalam editorialnya situs itu meminta media internasional jangan mempercayai Twitter Taliban, karena itu adalah propaganda murahan, tidak punya kredibilitas dan berisi kebohongan.

Namun sesungguhnya yang paling terpukul dalam perang media ini adalah Bantuan Keamanan Internasional (ISAF), organisasai payung dimana NATO beroperasi di Afghanistan ini adalah pihak yang paling terpukul dengan adanya Twitter Taliban.

ISAF pun membalas, juga dalam akun Twitter mereka, "Apa itu? Twitter Taliban dalam bahasa Inggris? Kebohongan adalah kebohongan, tidak peduli bahasa apa," kicauan ISAF dalam akun resmi mereka @ISAFmedia.

Beginilah perang media, pihak yang diserang pasti menyerang balik, toh tidak ada yang sampai terluka atau mati dalam perang media ini, mereka hanya akan merasa kalah, meskipun itu dalam bentuk tulisan

Minggu, 22 Mei 2011

Syaikhul Azhar Serukan Mubarak untuk Diampuni Atas Kesalahannya

Minggu, 22/05/2011 09:04 WIB |

Syaikhul Azhar Dr. Ahmad Al-Thayyib menyerukan agar mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak "diampunkan", dalam kaitan penyelidikan terhadap dirinya atas tuduhan melakukan korupsi dan perintah melakukan serangan serta pembunuhan terhadap demonstran dalam revolusi rakyat yang menggulingkan rezimnya.
Dr. Ahmad At-Thayyib mengatakan hal tersebut dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jerman Frankfurter Allgemeine Zeitung yang akan diterbitkan hari Minggu (22/5).
Dalam pernyataan dalam surat kabar itu Dr. Ahmad at-Thayyin mengatakan bahwa "Mubarak telah melakukan banyak hal untuk Mesir dalam waktu yang panjang, dan hari ini Mubarak hanyalah sosok tua dan telah sakit-sakitan," maka perlu dipertimbangkan untuk mengampuninya secara hukum.
Sebelumnya sempat beredar laporan bahwa Mubarak (83 tahun) akan mendapat amnesti setelah ia menyampaikan permintaan maafnya secara terbuka kepada rakyat Mesir dan menyerahkan seluruh kekayaannya untuk negara.
Namun pihak militer yang berkuasa di Mesir membantah keras mereka akan memberikan amnesti kepada Mubarak, menegaskan mereka tidak akan mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan untuk Mubarak dan keluarganya

Aktivis, Mantan Tahanan Guantanamo Dilarang "Terbang" ke Kanada

Minggu, 22/05/2011 09:41 WIB | 

Muazzam Begg, aktivis hak asasi manusia asal Inggris yang juga mantan tahanan penjara Guantanamo, dilarang naik ke pesawat yang akan ditumpanginya dengan rute perjalanan London-Toronto, pada Jumat (20/5).
Begg rencananya akan menghadiri konferensi tentang Islamofobia di Toronto, Kanada yang akan digelar keesokan harinya. Ia diundang sebagai pembicara dalam konferensi yang diselenggarakan oleh tim pengacara Omar Khadr, pemuda berusia 24 tahun, kelahiran Toronto yang menjadi tahanan di kamp Guantanamo atas dakwaan kejahatan perang.
Begg mengungkapkan, agen maskapai penerbangan yang akan di tumpangi mengatakan bahwa Komisi Tinggi Kanada di London menginformasikan tentang masalah keamanan terkait dirinya. Pihak maskapai berdalih, jika Begg menumpangi pesawat mereka, penerbangan akan dialihkan ke AS.
"Mereka mengatakan alasannya pada saya, mengapa mereka tidak mengizinkan saya naik ke pesawat yang akan membawa saya ke Kanada. Alasannya, dalam keadaan yang tidak memungkinkan, mereka khawatir penerbangan akan dialihkan ke Amerika karena alasan keamanan," kata Begg.
Namun pihak Air Canada, Komisi Tinggi Kanada di London dan Departemen Luar Negeri tidak mau memberikan penjelasan terkait larangan terbang terhadap Begg.
Di Kanada, salah seorang kuasa hukum Omar Khadr, Dennis Edney mengatakan, pejabat di Departemen Luar Negeri Kanada memberitahu bahwa Begg dilarang masuk ke Kanada berdasarkan "kebijakan AS".
Di Inggris, Begg adalah aktivis yang sosoknya cukup dikenal di kalangan pejabat pemerintah. Begg yang menjadi direktur organisasi advokasi Cageprisoners sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah menteri luar negeri dari berbagai negara, para deputi perdana menteri Inggris dan pejabat tinggi Inggris lainnya berkaitan dengan kegiatan advokasinya terhadap para tahanan.
Begg sendiri tidak pernah terbukti melakukan atau terlibat kegiatan terorisme, baik di AS maupun di Inggris. Sejak dibebaskan dari penjara Guantanamo pada tahun 2005, ia bebas saja bepergian ke Eropa, Asia dan Afrika.
"Saya diundang ke sebuah konferensi oleh para pengacara, dan ini semata-mata karena hubungan antar komunitas. Jadi agak aneh, jika saya tidak diizinkan masuk ke Kanada. Tapi saya kira, begitulah Amerika Utara, dan Amerika Utara berbeda dengan wilayah lainnya di dunia ketika menyangkut kasus-kasus seperti ini," tukas Begg dalam keterangan persnya di Richmond Hill. (ln/IW)

Sabtu, 21 Mei 2011

Iran Tangkap 30 Mata-mata AS

Jakarta - Pemerintah Iran telah menangkap 30 orang mata-mata Amerika Serikat. Para tersangka diketahui telah memberikan informasi kepada pejabat AS di kedutaan dan konsulat di tiga negara, termasuk Malaysia, Turki dan Uni Emirat Arab.

"Pasukan Kementerian Intelijen, dalam konfrontasi mereka dengan agen CIA telah menangkap 30 orang yang mata-mata untuk Amerika," demikian laporan televisi pemerintah, seperti dilansir Reuters, Sabtu (21/5/2011). 

Pengumuman penangkapan tersebut dilakukan dua hari setelah Presiden AS Barack Obama berpidato di Timur Tengah. Dalam pidatonya itu, Obama menyebutkan Teheran mensponsori terorisme dan mencari senjata nuklir, namun Iran membantah tuduhan tersebut.

Sementara itu, Iran telah mengidentifikasi 42 petugas intelijen AS di 3 negara tersebut, dengan mengatakan bahwa "mereka terlibat dalam pengumpulan informasi tentang nuklir Iran, pertahanan udara dan bidang bio-teknologi."

Washington tidak memiliki representasi diplomatik di Iran sejak revolusi Iran 1979. Iran bisa menghukum mati mereka yang memata-matainya.

Kawat diplomatik yang pernah diungkap situs Wikileaks menunjukkan AS melakukan operasi pengumpulan informasi tentang Iran di negara-negara tetangga, di mana para diplomat mengumpulkan informasi intelijen dengan berpergian ke Iran.

Tentara Israel Tembaki Pengunjuk Rasa di Gaza

Diposting pada Jum'at, 20-05-2011 | 21:12:56 WIB

Pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah demonstran Palestina di perbatasan Jalur Gaza, melukai sejumlah demonstran anti-pendudukan.

Ratusan warga Palestina dan aktivis pro-Palestina melakukan pawai anti-Israel di dekat pagar perbatasan ketika penembakan terjadi.

Sedikitnya tiga demonstran terluka oleh tembakan dan banyak lainnya menderita iritasi akibat gas air mata, demikian laporan press tV pada hari Jumat.

Demonstrasi yang dinamai "Aksi Kemarahan dan Kembali ke Palestina," adalah bagian dari Nakba Day (Hari Bencana), menandai  63 tahun penjajahan Israel di Palestina.

Sebuah akun group facebook "Intifadah Ketiga Palestina"  sebelumnya meminta rakyat Palestina dan aktivis di semua negara sekitar tanah Palestina yang diduduki untuk bergabung dengan aksi protes setelah Shalat Jumat.

kelompok facenook tersebut juga meminta Mahmoud Abbas, kepala otoritas Palestina untuk bergabung.

Pada hari Minggu lalu, ribuan warga Palestina berkumpul di Tepi Barat yang diduduki Israel, Jalur Gaza, dan di perbatasan Israel dengan Lebanon dan Suriah untuk memperingati Hari Nakba.

Sedikitnya 10 orang meninggal dan lebih dari 110 lainnya luka-luka setelah tentara Israel menembaki ribuan pengungsi Palestina yang berunjuk rasa di sisi perbatasan Lebanon.

Di Dataran Tinggi Golan Suriah, setidaknya 12 pengunjuk rasa meninggal dan 30 lainnya luka-luka akibat kebengisan militer Israel.

Pasukan Israel juga menembak banyak orang Palestina sehingga menyebabkan sejumlah orang tewas dan terluka di Tepi Barat dan Gaza.

Pada tahun 1948, kedatangan tentara Israel telah mengusir ratusan ribu penduduk Palestina dari kampung halamannya untuk mengungsi di negara di sekitarnya. Mereka juga menghapus 500 desa dan kota Palestina dari Peta.

Sabtu, 16 April 2011

Hormat Kepada Bendera RI Hukumnya Haram !

Hormat Kepada Bendera RI Hukumnya Haram !




Salah satu ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Ridwan, berpendapat bahwa memberikan hormat kepada bendera adalah tindakan yang tidak diperbolehkan.

Dia berpendapat, manusia tidak sewajarnya menghormati sebuah benda, termasuk bendera. Menurut dia, yang seharusnya dihormati adalah orang yang lebih tua dari kita secara usia. Cara menghormati pun harus ditunjukan dengan etika salah satunya memberikan salam.

“Saya berpendapat seperti ini karena sudah melakukan diskusi dengan sejumlah guru besar di Timur Tengah. Mereka berpendapat bahwa menghormati bendera itu hukumnya haram,” kata Cholil Ridwan sebagaimana dikutip dari okezone, Selasa (22/3/2011).

Namun, Cholil menegaskan bahwa pendapatnya tersebut adalah bersifat pribadi dan tidak membawa lembaga MUI. Sebab, kata dia, MUI belum pernah mengeluarkan fatwa demikian. “Ini hanya pendapat saya pribadi, bukan MUI,” tandasnya.

Bahkan, di salah satu media keagamaan, Cholil secara rinci menuliskan alasannya tentang haramnya hukum menghormat kepada bendera. Cholil mengaku tidak khawatir jika pendapatnya tersebut menimbulkan kontroversi.

“Dalam persoalan seperti ini pro-kontra biasa. Ulama saja masih berdebat soal fatwa haram rokok. Satu sisi ada yang mengharamkan, tapi sisi lain banyak juga ustaz yang merokok. Lagi pula, pendapat saya ini merupakan referensi dari guru besar di Timur Tengah,” tukasnya.
Pendapat HTI
Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto berpendapat, hormat kepada bendera akan menjadi haram hukumnya jika berniat untuk mensucikan benda tersebut. Namun, jika hanya sepintas seremonial saja, tidak menjadi masalah.

“Kalau hormat ke bendera sampai nangis, bahkan sampai benderanya dicium itu bisa dikatakan haram karena cenderung syirik,” kata Ismail sebagaimana dikutip dari okezone, Selasa (22/3/2011).

Bahkan menurut dia, pernyataan seperti itu tidak hanya ditujukkan kepada bendera. Tetapi, seluruh benda yang terlalu disucikan oleh manusia.

“Bahkan jika dalam upacara ada istilah hormat kepada inspektur upacara dan niatnya untuk mengkultuskan inspektur sebagai orang suci itu bisa juga dikatakan syirik,” tandasnya.
Pendapat JAT
Pernyataan pribadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Ridwan, mengenai pengharaman melakukan hormat kepada bendera juga mendapat dukungan dari Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) pimpinan Abu Bakar Baasyir.

JAT menyebut hormat kepada bendera sama dengan penyembahan terhadap berhala.

“Bagi kita apapun itu hormat dalam konteks ibadah haram hukumnya, penghormatan hanya pantas dilakukan kepada Allah,” ujar Direktur JAT Media Center Sonhadi dikutip dari okezone, Rabu (23/3/2011).

Dia menjelaskan, polemik haram atau tidaknya hormat terhadap bendera ini sudah sejak lama diperdebatkan, yaitu sejak zaman Presiden Soekarno. Kala itu seorang tokoh Persatuan Islam, Ahmad Hassan juga berpendapat bahwa penghormatan terhadap bendera hukumnya haram.

“Memang pada hakikatnya itu jelas haram, karena hormat dilakukan terhadap yang semestinya. Meski masih dikaji lagi, tapi saya kira perlu ada ketegasan dalam hal ini,” tukasnya

Selasa, 15 Februari 2011

Daulah Islam irak serukann jihad di mesir

Daulah Islam Irak Serukan Jihad di Mesir
Diposting pada Kamis, 10-02-2011 | 23:29:31 WIB

Daulah Islam Irak, selaku kelompok payung Al Qoidah di Irak telah meminta para demonstran Mesir untuk menyerukan jihad dan mendorong pembentukan pemerintahan berdasarkan hukum Islam.

Pernyataan yang muncul ini menjadi reaksi pertama dari semua kelompok di dunia yang berafiliasi dengan Al Qoidah atas protes yang tengah terjadi di Mesir, pernyataan ini mulai muncul di forum jihad pada tanggal 8 Februari, seperti dilaporkan situs pemantau aktifitas jihad di internet SITE yang berbasis di Amerika.

Pesan dari Daulah Islam Irak tersebut ditujukan kepada para pengunjuk rasa, yang mengatakan bahwa "pasar jihad" telah terbuka di mesir dan "pintu syahid telah terbuka" dan setiap orang yang berbadan sehat harus berpartisipasi.

Kelompok tersebut mendesak warga Mesir untuk mengabaikan "cara bodoh yang menipu" yakni sekularisme, demokrasi dan "nasionalisme kafir busuk".

Disebutkan "Jihad kalian adalah untuk mendukung Islam, dan yang lemah dan yang tertindas di Mesir, untuk orang-orang kalian di Gaza dan Irak, dan bagi setiap Muslim yang tersentuh oleh penindasan dari tiran Mesir dan tuannya di Washington dan Tel Aviv," kutipan pesan dari Al Qoidah Irak yang diterjemahkan oleh SITE Inteligence Group.

Pengunjuk rasa di Kairo kemarin menggelar acara terbesar yang menunjukkan pembangkangan terhadap presiden Mesir Hosni Mubarak dalam "revolusi" tiga pekan terakhir.

Sabtu, 18 September 2010

In gaza



Dari Yang Terdzalimi

Serangan yang dilancarkan secara terus menerus melawan dunia Barat dan kepentingan-kepentingannya semakin meluas dan meningkat frekuensinya. Kasus berkaitan dengan aksi-aksi tersebut harusnya diteliti secara seksama, apa yang menstimulus aksi-aksi tersebut. Aksi-aksi tersebut wajar kalau meningkat karena aksi tersebut merupakan respon terhadap perang yang dilancarkan oleh AS dan sekutu-sekutunya, dan tentunya aksi tersebut akan terus berlanjut.
 
Pertanyaan yang mesti ditanyakan adalah apa-apa yang menjadi motivasi seseorang sehingga melakukan aksi seperti 11 september 2001 (WTC) dan lain-lain, yang menyebabkan kerusakan dan kematian banyak orang ? apa yang dapat memotivasi seseorang untuk melakukan mutilasi terhadap tubuh-tubuh tentara AS dan meletakkanya di jalan sebagaimana mereka telah melakukan di Fallujah? Apa yang memotivasi seseorang untuk mengikatkan diri mereka dengan bom dan meledakkannya di tengah-tengah musuh yang mana mereka sendiri dapat mengetahui bahwa dengan aksi mereka itu dapat mengorbankan hidup mereka?
Ketika seseorang melakukan kejahatan yang mengerikan seperti mutilasi, menahan orang, membunuh, perbuatan perkosaaan atau menyiksa anak kecil yang dirawatnya sendiri, muncul pertanyaan, apa sebab di balik perbuatan itu ? Apa yang menghantarkan orang melakukan perbuatan tersebut pertama kali ? Analisis dilakukan berdasar latar belakang dari orang ini, masa kecilnya dan didikan/asuhan yang diterimanya, untuk menguraikan kemungkinan alasan untuk menjelaskan sebab perbuatan kejahatan yang buruk itu ?

Seorang psikolog akan memulai analisisnya dari mentalitas seseorang yang membawa semua kemungkinan faktor yang perlu untuk dipertimbangkan dalam rangka mencoba dan memahami alasan dari orang ini dan diakhir analisis mereka akan ditemukan dalam beberapa eksperimen pasti bahwa kekejaman/ kebiadaban yang terjadi pada masa kanak-kanak mereka mengakibatkan mereka melakukan cara/ sikap ini pula dikemudian hari kelak dalam kehidupannya.

Semua proses di atas merupakan investigasi analisis yang dilakukan untuk mencoba dan memahami kenapa seseorang melakukan sebuah kejahatan sehingga dari sini dapat diambil cara untuk mencegahnya, akan tetapi ketika ada orang melakukan perbuatan terorisme tidak ada satu risetpun dilakukan, terlebih orang yang melakukan perbuatan tersebut dipercayai dengan propaganda bahwa semua Muslim adalah ekstrimis dan memiliki sifat alamiah membunuh orang lain. Propaganda ini akan berpengaruh mengalihkan umat dari kebenaran sebab perbuatan tersebut dan kebenaran alasan kenapa mereka melakukannya.

Mari kita teliti mentalitas rata-rata Muslim yang ada di negara seperti Iraq, Afghanistan atau Palestina, semua orang Muslim yang hidup di sana menghadapi tekanan dan pertumpahan darah selama bertahun-tahun. Hidup di negeri tersebut, seseorang akan berhadapan dengan kematian dan kehancuran setiap hari, dengan realita ancaman atas kehidupannya sendiri sewaktu-waktu. Bom-bom terus menerus meledak di negerimu tanpa pandang bulu, merusak rumah-rumahmu dan menghancurkan mesjid-mesjid di lokasimu menjadi puing-puing sehingga jumlahnya menjadi sedikit, membunuh keluargamu dan teman-temanmu, memperkosa wanita-wanita kaummu, semua kejadian itu terjadi dengan menggunakan kekerasan secara paksa dan kamu sendiri yang menyaksikan semua itu.

Di Palestina umat muslim disana dihinakan setiap hari dengan menjalani cek keamanan sewaktu-waktu yang membuat perasaan seperti aneh hidup di negeri sendiri, tugas yang sederhana menjadi tugas yang komplek dan beban yang berat. Di Iraq umat muslim menghadapi ancaman yang serupa, mereka menjalani pemeriksaan keamanan sewaktu-waktu oleh kekuatan penjajah. Orang-orang tersebut memiliki kehidupan yang hancur karena akibat dari kekuatan agresi, mereka hidup dalam kegelisahan, hidup dalam ketakutan dengan ancaman serangan yang mungkin terjadi secara tiba-tiba. Umat muslim yang hidup disana melihat komunitasnya dimusnahkan, kaumnya dipenjara dan disiksa, mereka kehilangan semua yang mereka miliki dan barang-barang harta benda yang mereka punyai akibat bom dan perampasan. Kehormatan mereka dihinakan, keimanan/keyakinan mereka diolok-olok dan intelegensi mereka juga dicela/dihina. Coba tanyakan pada dirimu sendiri, mentalitas apa yang dimungkinkan ada pada orang-orang yang mengalami peristiwa seperti itu?

Setelah mengetahui semua pengalaman hidup yang mereka (umat muslim) alami pihak musuh sama sekali tidak menyesal terhadap apa yang telah mereka lakukan dan tidak peduli terhadap semuanya itu, pihak musuh hanya peduli pada diri mereka sendiri dan kepentingan-kepentingannya. Musuh berniat untuk mencuri harta umat dengan mengklaim bahwa mereka datang untuk menolong umat muslim dengan tangan yang terbasuh oleh darah yang disembunyikan dipunggung mereka. Umat muslim hanya bisa melihat bahwa mereka memiliki satu musuh yaitu orang-orang salib yang bersekutu dengan AS, umat muslim melawan mereka dengan kemarahan dan kebencian yang amat besar terhadap mereka karena merekalah yang menjadi sebab atas semua masalahnya. Orang-orang muslim tersebut secara realita tidak memiliki senjata untuk berperang kecuali dengan apa yang mereka miliki yaitu digerakkan oleh iman mereka (keyakinan dalam Islam) seperti seseorang yang mengorbankan hidupnya untuk menciptakan bahaya atas musuh adalah sesuatu yang bisa dia lakukan, dalam beberapa kasus hanya itulah sesuatu yang bisa dia perbuat.

Sama halnya dengan seseorang yang melakukan aksi 11 September dan bom di Madrid karena tidak ada sesuatupun perbandingan penderitaan apapun yang melebihi dari apa yang telah dia dan teman-temannya alami. Mentalitasnya telah membawanya pada kebencian yang sangat terhadap musuh (AS) dan perbuatannya merupakan respon/tanggapan terhadap apa yang telah mereka alami. Dalam faktanya, seluruh generasi dari umat akan terlahir dengan membawa mentalitas ini dan akan menghantarkan pada kemusnahan rezim Barat dimasa yang akan datang dan itu merupakan cita-cita mereka dalam dien. Apakah mengherankan jika nanti mendengar bahwa umat muslim melakukan aksi teror melawan rezim Barat sebagai salah satu aksi yang berarti mempertahankan diri mereka? Apakah heran mengetahui bahwa umat muslim membawa kebencian terhadap rezim Barat? Dan menyimpan kebencian pula terhadap orang-orang yang mendukung dan mengizinkan pemerintahannya meneruskan tekanan/kedhaliman ini? Apakah mengherankan jika umat muslim menginginkan rezim Barat pergi dari tanah-tanah mereka dan mengambil hak “kebebasan” dan kemerdekaan mereka?

Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang terekspos aksi-aksi seperti itu, coba tebak tipe mentalitas apa yang akan dimiliki atas anak yang dibesarkan dengan lingkungan demikian? Dapat dipastikan anak ini akan mengetahui bahwa AS adalah negara yang harus bertanggung jawab atas pembunuhan keluarganya, pengrusakan komunitasnya, pemerkosaan saudara-saudaranya, pencurian atas kekayaannya dan sebab atas semua bahaya dan penderitaan yang telah dialaminya. Seorang anak yang tumbuh dalam lingkungan ini akan memiliki gambaran yang jelas siapa orang yang patut disalahkan atas situasi ini dan siapa realita musuhnya. Anak ini akan tumbuh menjadi seorang mujahid, orang yang tidak menginginkan apapun melainkan pembalasan dendam atas musuh untuk apa yang telah mereka lakukan, misi dalam hidupnya adalah menciptakan kerusakan yang maksimal kepada musuhnya atas penderitaan dan kesedihan yang mendalam yang terpaksa dia tahan selama ini. Dia akan melakukan apapun yang bisa dilakukan untuk mengalahkan kedholiman rezim tersebut dan membebaskan orang-orang dari pembunuhan yang kejam serta membebaskan orang-orang dari politik hegemoni yang diterapkan di negeri mereka.

Mentalitas ini bagaimanapun tidak hanya terbatas pada orang-orang yang tinggal dan hidup di negara tersebut, lebih dari itu mentalitas tersebut teraplikasi atas seluruh umat muslim yang ada di dunia karena kita diikat secara bersama-sama oleh iman. Karena itulah kita disatukan dalam satu persaudaraan. Rasulullah Muhammad SAW. Mengatakan ; umat muslim adalah satu bangsa, tanah kita adalah satu dan perang kita adalah satu. Dalam riwayat lain Beliau bersabda : Bahwa umat muslim adalah satu tubuh, ketika satu bagian tubuh menderita maka bagian tubuh yang lain akan merasakan sakit. Karenanya rasa lapar, rasa takut, rasa sakit dan derita yang dirasakan oleh umat muslim di negara-negara tersebut secara langsung juga dirasakan oleh kita dalam hati kita, tangisan mereka dan jeritan mereka didengar oleh kita karena itulah kita harus meresponnya, airmata mereka adalah air mata dari ibu dan bapak kita, penderitaan mereka adalah penderitaan dari keluarga kita, pembunuhan dan tertumpahnya darah mereka adalah pembunuhan dan tertumpahnya darah dari komunitas kita, penghinaan terhadap mereka adalah penghinaan buat kami juga, perang mereka adalah perang kami pula dan respon mereka adalah respon kami.

Dunia menyaksikan gambaran dari tahanan-tahanan muslim di Iraq, gambaran yang dimunculkan ke dunia bahwa tahanan-tahanan muslim di Iraq penuh dengan kebiadaban dan siksaan yang kejam, tidaklah itu dilakukan kecuali oleh orang-orang yang berusaha menimpakan kesalahan pada orang lain. Kenyataannya kebohongan semacam ini memang diciptakan di Iraq dan ini suatu hal yang amat menggelikan, ini adalah bukti tanpa keraguan bahwa kekuatan AS dan Inggris telah terlibat di dalamnya selama beberapa tahun yang lalu dimana pemerintah setempat telah mengetahui akan hal itu dan mereka dengan sengaja tampak tidak tahu menahu supaya praktek ini tampak sebagai suatu yang wajar terjadi. Mereka berusaha untuk tutup mulut agar kebenaran yang sesungguhnya tidak terketahui oleh dunia. Pemerintah Barat tidak peduli akan kehidupan dan kehormatan umat muslim, mereka tidak peduli tentang penderitaan dan kehinaan yang kita alami, mereka hanya memperdulikan posisi mereka dan mengambil manfaat dari posisinya itu. Mentalitas apa yang dapat kamu prediksi pada orang yang mengalami penderitaan di bawah kedzoliman para tentara AS dan sekutunya? Mentalitas apa yang akan dibawa oleh seseorang yang menyaksikan siksaan demi siksaan atau mendengar aksi-aksi seperti itu selain melakukan perlawanan terhadap mereka.

Siksaan yang kita terima di Iraq bukan suatu berita yang baru bagi umat muslim, kita telah mengalami perlakuan seperti ini dari rezim-rezim terdahulu sebelumnya beberapa kali akan tetapi satu hal yang nyata dalam benak kami berkaitan dengan airmata buayamu dan permintaan maafmu, kami berjanji bahwa kami tidak akan pernah melupakan perbuatan kebiadaban ini dalam menindas umat kami dan kami tidak akan pernah mampu menghapus tangisan dari umat kami dari ingatan kami. Kami berjanji bahwa kami tidak akan pernah beristirahat hingga setiap tetesan darah yang keluar dari umat muslim dapat terbalaskan dan setiap airmata yang tertumpahkan atas apa yang mereka lakukan dapat tergantikan. Kami berada di antara umat yang di dalamnya terdapat orang-orang yang akan mencurahkan kehidupan mereka agar dapat menjamin bahwa ini akan menjadi sebuah realita, orang yang menginginkan kematian di jalan Allah dimana kamu justru menginginkan kehidupan, orang yang tidak takut kepada siapapun melainkan hanya kepada Allah SWT yang maha kuasa. Tentara Allah di muka bumi ini akan mencari kamu dimanapun kamu berada dan mereka akan membawamu kepada kematian dan kerusakan dimana kamu telah melakukannya kepada kami.

Ya Allah! Ampunilah kami jika kami lalai dalam melaksanakan kewajiban kami terhadap-Mu, Ampunilah kami jika kami membiarkan umat kami terlarut dalam kemalasan atau mengejar kepuasan terhadap diri sendiri. Ya Allah! Ampunilah kami jika kami tidak merespon tangisan dari saudara-saudara kami, ampunilah kami karena membiarkan umat turun tingkatan keimanannya.

Ya Allah! Hadirkanlah dari umat ini orang yang berdiri tegap untuk mempertahankan kehormatan umat muslim, hadirkanlah orang yang berjuang mengembalikan kemuliaan umat kami, hadirkanlah orang yang akan selalu meninggikan kalimat-Mu.

Ya Allah! Kuatkanlah umat muslim, kembalikanlah kehormatan dan martabat umat muslim.

Ya Allah! Hancurkanlah musuh-musuh Islam dan kaum muslimin, hancurkanlah orang-orang kafir dan kekuasaan mereka yang menguasai kami, jatuhkanlah dan hinakanlah orang-orang kafir sebagaimana mereka telah melakukannya pada kami.

Ya Allah! Jadikanlah kami berada diantara orang-orang yang berperang dan berjuang untuk mencapai rahmat-Mu di akherat kelak.